Pernah atau suka nonton Gossip Girl ?
Gw sejujurnya ngga terlalu suka. Suka ngga manusiawi soalnya. Maksud gw, dunianya terlalu kejam buat gw yang bukan siapa - siapa. Serem aja kalau gw misalnya menjadi salah satu korban dari tuh anak - anak orang kaya yang rata - rata cuman berlindung dibalik nama besar orangtuanya yang pada umumnya dapetin semua kekayaan mereka dengan usaha keras. Ironis aja menurut gw ngeliat betapa anak - anak bisa segitu kejamnya, padahal, siapa tau dimasa mudanya tuh orangtua mereka, mereka adalah salah satu anak biasa - biasa aja atau berasal dari kelas bawah yang diinjek - injek sama orang kaya, temen mereka yang gracefully punya ortu yang tajir.
Anyway, gw bukan ngomongin masalah sosial new yorker sih...
Yang gw liat disini adalah si Blair. Dari semua karakter yang ada di Gossip Girl, gw paling keseian sama dia. Begitu palsu dan rapuh. Betapa satu serangan kecil aja bisa membuat dia terluka. Yang ini nih, baru drama queen menurut gw. Kalau serena sih, cuman camera spot ajah, drama queennya tetep si Blair.
Sampai ketika di perang yang kesekian antar sahabat yaitu si Blair dan Serena, akhirnya Blair bilang sama Serena, satu kejujuran tentang perasaannya yang keluar dari mulutnya yang jarang banget terjadi.
" I'm sick of standing beside some glowing sunshine barbie."
( kalau ngga salah begitu deh kira - kira )
Terus dia diem sebentar dan bilang :
" Life is too short and you make it long."
( klo yang ini beneran persis begitu kalimatnya )
Blair bukan tipe yang bakal jujur sama sahabatnya kya Serena. Blair, seperti warna rambutnya yang gelap, adalah pribadi yang tertutup yang begitu takut kalau isi hatinya ketauan sama orang. Dia sangat tidak mudah percaya sama orang, ngga kya Serena.
Seperti cewe - cewe pada umumnya yang hampir selalu melibatkan emosi pas nonton apapun, emosi gw juga terlibat disini. Awalnya gw ngga suka banget sama Blair, she's way too manipulative for her age. Dan gw kesian ngeliat Serena dan cewe - cewe lain yang suka jadi kekejaman si Blair.
Tapi semakin kesini, gw semakin bisa mengerti Blair. I mean, come on. Serena almost have everything in her life. She has a good boyfriend, friendly brother and mom, pretty face and kind of humourist girl ever, what else she could ask for ?
Tapi Blair ? Bokapnya ninggalin dia dan nyokapnya untuk cowo lain, nyokapnya tenggelam dalam pekerjaannya, sahabatnya pergi ngga bilang - bilang, pacarnya ternyata mengkhianati dia dengan sahabatnya sendiri itu, dan dia ngga punya true friend. Gw rasa kekayaan dan hobinya menindas adalah topengnya dia menutupi semua rasa kekecewaannya.
Oh great, gw terikat terlalu dalam dengan serial ini =p
Anyway, gw tau gimana rasanya berada di posisi blair. Emang sih, gw ngga tajir, apalagi sampe kya dia. Tapi gw tau, gimana rasanya jadi dia =D
Friday, January 9, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment